Bagaimana Menstruasi Dapat Terjadi??

Ladies pasti ga asing kan sama kata “menstruasi” atau ada juga yang menyebutnya “haid”. Gimana sih proses terjadinya mens? yuk kita simak penjelasannya dibawah..

Menstruasi adalah proses pengeluaran darah dari uterus (rahim) yang disertai lepasnya selaput dinding rahim pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik.

Mens biasanya terjadi pada wanita usia 11 tahun dan berlangsung hingga menopause (sekitar usia 45- 55 tahun).

Mens dapat dikatakan teratur apabila perdarahan yang normal berlangsung kurang lebih 4-7 hari. Jumlah darah yang keluar sekitar 2 – 8 sendok makan. Sementara itu panjang siklus menstruasi rata-rata adalah 28 – 35 hari.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama mens sampai datangnya mens periode berikutnya. *penjelasan siklus teratur dan tidak teratur akan dibahas dilain kesempatan ya

Nah untuk mengetahui bagaimana menstruasi itu bisa terjadi, bakal aku jelasin dibawah. Dibaca pelan-pelan aja gapapa:)). Jangan malas membaca ya gaiss karena membaca adalah sumber ilmu..

Siklus menstruasi dapat dijelaskan dalam  3 macam siklus, yaitu :

  • Siklus Ovarium (indung telur)
  • Siklus Hormon
  • Siklus Uterus (rahim)

Sebelum kita memasuki penjelasan siklus-siklus diatas, alangkah lebih baiknya kita mengenal anatomy organ reproduksi wanita dulu ya ladies..

Gambar diatas merupakan penampang rahim dimana 2 bentuk ovale dikanan kiri rahim disebut ovarium atau indung telur yang menghasilkan ovum (telur). Ovum ini jika bertemu spermaa akan terjadi pembuahan yang menghasilkan embrio atau calon janin.

Kita mulai dari Siklus Ovarium dulu yaaa..

Siklus Ovarium

Siklus Ovarium secara singkatnya dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

Tahap Folikel

Yaitu keadaan dimana ovum(telur) diproduksi pada rongga yang kecil sekali dalam ovarium yang disebut folikel.

Pembesaran folikel menghasilkan hormon estrogen (oestradiol) yang menyebabkan uterus siap untuk implantasi embrio (jabang bayi jika terjadi pembuahan ovum oleh sperma) (uterus lapisannya menebal)

Ovulasi

Folikel membesar dan memecahkan dinding ovarium. Ovum ini akan dilepaskan ke saluran telur (tuba Falopii)

Tahap Luteal

Folikel yang sudah pecah akan berisikan jaringan kuning yang disebut corpus luteum .

Corpus luteum bertugas mengeluarkan hormon progesteron yang memelihara ketebalan uterus jika kehamilan terjadi.

Siklus Uterus

Siklus Uterus juga dibagi menjadi 3 fase, yaitu :

Fase Menstrual (Deskuamasi)

Pada tahap ini, rahim menebal karena dipengaruhi oleh hormon estrogen. Karena tidak adanya embrio yg berimplantasi maka lapisan dinding ini akan meluruh.

Fase Regenerasi dan Proliferasi

Setelah dinding rahim meluruh, akan terjadi peningkatan kadar estrogen yg menyebabkan stratum basalis pd rahim menghasilkan lapisan fungsional baru. Sebagai lapisan baru yang tebal, kelenjar rahim turut membesar dan arteri spiralis (yang berisi darah) meningkat jumlahnya.

Fase Prahaid (Sekretori)

Progesteron yg dihasilkan oleh corpus luteum menyebabkan arteri spiralis pada rahim memanjang dan memilin secara kuat. Kelenjar rahim mulai menskresi nutrisi glikoprotein ke dalam rongga rahim.

  • Bila implantasi embrio tidak terjadi, kadar progesteron akan menurun sehingga menyebabkabkan arteri spiralis pd rahim tegang dan spasme. Pada keadaan ini sel-sel endometrium (rahim) menolak O2 dan nutrien sehingga menyebabkan sel-sel itu mati.
  • Arteri spiralis berkonstriksi kemudian tiba-tiba relaksasi dan membuka lebar. Darah deras mengalir menyebabkan kapilar luruh dan siklus uterus kembali ke hari ke 1 yaitu ke fase menstrual.

Nah itu tadi gambaran secara garis besar bagaimana proses menstruasi dapat terjadi. Selain yang telah dijelaskan diatas, siklus mens juga dipengaruhi oleh enzim, vaskular (sistem peredaran darah dan juga hormon prostaglandin yg mempengaruhi nyeri saat mens.

Fyi, rahim seorang wanita memang sudah diciptakan sedemikian rupa untuk mempersiapkan/memenuhi kebutuhan janin yang akan tumbuh didalamnya jadi tak perlu heran ya mengapa hal-hal tersebut dapat terjadi.

Semoga bermanfaat:))

Sumber:

Rahayu, Lisdyawati Dan Verawati, Sri Nor. 2012. Merawat Dan Menjaga  Kesehatan Seksual Wanita. Bandung: Grafindo Media Pratama

Prawirohardjo,S.,  2009. Ilmu  Kebidanan.  Jakarta:  Yayasan  Bina  Pustaka  Sarwono Prawirohardjo.

Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Diterbitkan oleh hafshahqonita

Halo semuaa.. perkenalkan namaku Hafshah. Saat ini aku sedang menempuh kuliah program studi S1 Kebidanan di Universitas Brawijaya Malang. Aku ingin berbagi ilmu kesehatan yang kudapat untuk kalian semua khususnya kaum wanita. Semoga bermanfaat :))

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai